RSS2.0

Ilustrasi Pertukaran Aset Tetap Menurut IFRS

Thursday, March 22, 2012


Arruza Company menukar peralatannya ditambah kas $3,000 dengan peralatan yang sama yang digunakan oleh LoBianco Company. lnformasi di bawah ini adalah yang terkait pertukaran. Siapkan jurnal pertukaran untuk kedua perusahaan.
                                          Arruza                       LaBianco
Equipment (cost)                $28,000                     $28,000
Accum. Deprc.                    19,000                        10,000
Fair Value Equipment          15,500                        12,500 
Cash Given up                       3,000



Solusi: Memiliki Substansi Komersial
Arruza
Equipment-New $12,500
Cash 3,000
Accumulated Depreciation 19,000
                                Equipment     $28,000
                                Gain on Exchange 6,500
LaBianco
Equipment-New $15,500
Accumulated Depreciation 10,000
Loss on exchange 6,500
                                Equipment $28,000
                                Cash 3,000


Solusi:Tanpa SubstansiKomersial
Arruza
Equipment-New (12,500-5,452) $7,258
Cash 3,000
Accumulated Depreciation  19,000
                                Equipment $28,000
                                Gain on exchange  1,258
  
(Cash received : (Cash received+FMV of assets received)) x Total gain = Recognized gain
(3,000 : (3,000+12,500)) x 6,500 = $1,258
Deferred gain = 6,500 - 1,258 = $5,242


Misalnya tidak terdapat data mengenai fair value barang dari LoBianco, maka jurnalnya:
Equipment-New $15,500
Cash 3,000
Accumulated Depreciation 19,000
                                  Equipment $28,000
                                  Gain on Exchange 9,500


LaBianco: (tidak berubah, karena loss harus segera diakui baik pertukaran menggunakan substansi komersial atau tidak)
Equipment-New $15,500
Accumulated Depreciation 10,000
Loss on exchange 5,500
                                  Equipment $28,000
                                  Cash 3,000



Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Penghentian Pengakuan Aset Tetap (Derecognition)

Wednesday, March 21, 2012
Penghentian pengakuan aset tetap terjadi pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya atau pelepasannya.
1. Penarikan Aset : Discarge
Penarikan aset karena diputuskan untuk dibuang. Kerugiah diakui jika masih terdapat nilai sisa buku dari aset yang dibuang tersebut. (sama dengan FASB)
2. Penarikan Aset: Dijual
Penarikan aset karena diputuskan untuk dijual. Kerugian dan keuntungan diakui jika terjual di atas nilai buku atau di bawah nilai buku aset. (sama degan FASB)
Contoh:
Asumsikan PT PSAK menjual mesin dengan harga Rp 43,600 dimana harga perolehannya Rp 83,600 dengan akumulasi penyusutan Rp 54,780. Maka jurnalnya:
Cash   43,600
Accumulated depreciation 54,780
                     Machinery 83,600
                     Gain on sale machinery 14,780
3. Pertukaran Aset
Terdapat perbedaan yang cukup besar antara pertukaran aset menurut FASB dengan pertukaran aset
berdasarkan IFRS. Berikut penjelasannya.
• Pertukaran aset menurut FASB
a. Pertukaran aset dengan aset nonmoneter yang lain (dissimilar asset)
Asumsikan sebuah mesin dengan cost Rp 83,600 dengan nilai buku Rp 28,820 ditukar dengan delivery equipment yang memiliki nilai pasar Rp 43,600. Maka jurnalnya:  
Delivery equipment 43,600  
Accumulated depreciation 54,780  
                   Machinery 83,600  
                   Gain on exchange of machinery 14,780  
b. Pertukaran asset yang sejenis (similar assets)  
Perlakuan akuntansi untuk pertukaran aset yang sejenis dimana perusahaan yang terlibat merupakan perusahaan dengan lini bisnis yang sama adalah:  
No cash: no gains are recognized  
Cash less than 25% of the value of the transaction: Gain partially recognized if cash is received  
Cash 25% or more of the value of the transaction: Recognize all gains  
Pencatatan nilai aset yang diterima

Kondisi
Pihak
1
Mendapat gain
Mendapat loss
Tidak melibatkan kas
BV asset lama
BV asset lama-loss
2
Memberikan kas
Menerima kas
Di atas 25%
BV asset lama+kas dibayarkan
BV asset lama-kas diterima
Kurang dari 25%
BV asset lama+kas dibayarkan
BV asset lama+portion gain-kas diterima


• Pertukaran aset tetap menurut IFRS 
Ketentuan Pertukaran Aset Tetap:
a. Aset yang diterima diukur sebesar nilai wajarnya, jika: transaksi pertukaran tersebut memiliki substansi komersial; dan nilai wajar aset yang diterima dapat diukur secara andal.
Substansi Komersial: Konfigurasi (risiko, waktu dan jumlah) arus kas atas aset yang diterima berbeda dari konfigurasi aset yang diserahkan; atau Nilai khusus entitas dari kegiatan operasional entitas yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut berubah sebagai akibat dari pertukaran tersebut; dan Selisih pada konfigurasi atau nilai khusus entitas adalah relatif signitikan terhadap nilai wajar aset yang dipertukarkan.  
b. Aset yang diterima diukur sebesar nilai tercatat aset yang diserahkan, jika: transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial; atau nilai wajar aset yang diterima tidak dapat diukur secara andal.

Type of exchange
Accounting guidance
Exchange has commercial substance
Recognize gains and losses immediately
Exchange lacks commercial substance-no cash received
Defer gains; recognize losses  immediately
Exchange lacks commercial substance-cash received
Recognize partial gain; recognize losses  immediately
If cash is 25% or more of the fair value of the exchange, recognize entire gain because earnings process is  
complete.  


Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Cash Generating Unit and Reversal Impairment

Tuesday, March 20, 2012

Generating Unit  
Impairment loss yang terjadi pada cash generating unit (kelompok aset tertentu) , menurut IAS, dialokasikan pada:
1. Goodwill
2. Jika nilai goodwill tidak mencukupi, maka dialokasikan pada aset Iainnya secara proporsional.  
Contoh untuk IFRS:  
Sekelompok aset yang tidak dapat dipisahkan (dalam menghasilkan kas) bernilai total $100,000. Book value dari cash generating unit tersebut adalah $50,000 yang terdiri dari building $20,000; machine $20,000; itangible Asset $8,000; dan goodwill $2,000. Terdapat indikasi impairment dan setelah dinilai, maka terjadi impairment loss sebesar $4,000.
Maka, karena nilai goodwill hanya sebesar $2,000, sisa impairment loss sebesar $2,000 dialokasikan secara proporsional pada aset lainnya.
Impairment Loss $4,000
                  Goodwill $2,000
                  Building (20,000/48,000 x 2,000) 833
                  Machine (20,000/48,000 x 2,000) 833
                  Intangible Asset (8,000/48,000 x 2,000) 334

Reversal Impairment
Pada saat uji impairment, terkadang diketahui ada kenaikan nilai aset, sehingga perlu dilaktikan reversal impairment. Nilai reversal impairment diakui maksimal sebesar book value aset jika sebelumnya tidak terjadi impairment.
Contoh:

Menggunakan contoh sebelumnya pada Penurunan Nilai Aset (Impairment). Pada akhir tahun keenam setelah dilakukan penilaian ulang, ternyata nilai  wajar gedung menjadi $430,000. Pada tahun keenam, besar depresiasi adalah $15,864, sehingga book value gedung adalah $272,086.

Jawaban:
Nilai gedung jika tidak terjadi impairment pada akhir tahun keenam adalah $420,000 [$600,000 - (6 x $30,000)].
Maka nilai reversal impairment adalah $420,000 - $272,086 = $147,914
Building $147,914
             Gain on reversal impairment $147,914

Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Penurunan Nilai Aset (Impairment)

Monday, March 19, 2012


Impairment secara singkat merupakan penurunan nilai aset (umumnya dilakukan uji impairment pada tahun selain revaluasi). Fokus pembahasan impairment di sini adalah menurut versi IFRS, bagian FASB hanya dijelaskan mengenai aturan singkatnya.
Berikut aturan mengenai impairment pada FASB:
Pada prinsipnya, setiap asset yang diperoleh diasumsikan akan menghasilkan cash inflow di masa datang sebagai kompensasi atas cash outflow untuk memperolehnya sehingga ketika asset tersebut dinilai tidak lagi memenuhi hal ini, maka dilakukan pengakuan suatu impairment (kerugian/kegagalan). Namun, keputusan untuk melakukan impairment bukan sesuatu yang sederhana. Pedoman yang harus diperhatikan antara lain (SFAS 121):
1. Kapan seharusnya melakukan penilaian untuk kemungkinan impairment; saat ada perubahan yang material dalam penggunaan aset atau lingkungan bisnis, atau ada informasi nilai pasar aset turun.
2. Kapan melakukan impairment; saat estimasi undiscounted future cash flow lebih rendah dari BV aset (termasuk goodwill). Namun, sebenarnya syarat ini sangat longgar karena FCF belum di-PV-kan, padahal BV saja sudah bisa dikatakan rugi. .
3. Bagaimana mengukur kerugian; dari selisih BV dengan fair value. Kerugian impairment pertama kali digunakan untuk mengurangi goodwil terkait perolehan aset itu.
4. Informasi yang harus diungkap; deskripsi aset yang impaired, alasan, asumsi pengukuran kerugian dan segmen bisnis yang terpengaruh.


Pada IFRS terdapat beberapa indikasi terdapat Impairment yang terdiri dari faktor eksternal dan faktor intern.
1. Faktor eksternal
• Nilai pasar aset turun secara significant melebihi penurunan akibat depresiasi/amortisasi  
• Perubahan memburuk yang significant dalam hal teknologi, pasar, ekonomi atau hukum tempat entitas  beroperasi, atau dalam pasar produk atau jasa yang dihasilkan oleh aset tersebut  
• Suku bunga pasar atau tingkat imbalan pasar meningkat sehingga akan mempengaruhi discount factor yang digunakan untuk menghitung nilai aset yang diperoleh kembali secara material
2. Faktor internal  
• Ada bukti keusangan/ kerusakan fisik aset  
• Telah terjadi atau akan terjadi dalam waktu dekat perubahan significant yang bersifat merugikan sehubungan dengan cara penggunaan aset  
• Terdapat bukti dari pelaporan internal yang menunjukkan bahwa kinerja ekonomi aset tidak memenuhi  
harapan atau akan lebih buruk dari yg diharapkan, dan  
• Untuk aset yang akhir tahun sebelumnya disajikan at value in use: actual cashflow < estimated cashflow (before discounted).
Jika terjadi indikasi maka harus dibandingkan antara Carrying Value Aset (book value aset) dengan Recoverable amount / cash generating unit. Recoverable amount / cash generating unit adalah nilai tertinggi antara nilai wajar minus biaya menjual (NRV atau fair value less costs to sell) dan nilai guna aset (value in use).
• Value in use : PV diskontoan dari arus kas mendatang yang timbul dari aset atau cash generating unit.
• Cash generating unit: kelompok terkecil dari aset yang diidentifikasi menghasilkan arus kas secara independen dari aset lainnya.
• Fair value less costs to sell (NRV): jumlah diperoleh dari penjualan aset/cash generating unit, dalam suatu transaksi bebas oleh pihak-pihak yang menginginkan, dikurangi biaya penjualan.
lmpairment loss :jumlah nilai terbawa dari Carrying value > Recoverable Amount
Apabila aset menggunakan metode revaluasi, maka untuk melakukan impairment, digunakan saldo revaluation surplus/reserve untuk menggantikan impairment loss.

Contoh untuk IFRS: 
Mulan co. membeli gedung 5 tahun silam $600,000 usia 20 tahun, depresiasi garis lurus. BV gedung $450,000. Value in use aset untuk 15 tahun mendatang adalah $237,950 dan NRV aset saat ini adalah $220,000.  
Recoverable Amount yang digunakan adalah yang lebih tinggi antara value in use dan NRV.
Maka Carrying Value > Recoverable Amount = $450,000 > $237,950
Accum. Dep. - Building (30,000 x 5th)              $150,000
Loss on Impairment ($450,000-237,950)          $212,050
                    Building ($600,000 - 237,950)                     $362,050
*Terdapat jurnal alternatifnya  
Loss on impairment            $212,050
                  Building                           $212,050
atau
Loss on Impairment           $212,050  
                  Accum. Depr.-Building    $212,050  


Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Penyusutan (Depresiasi)

Sunday, March 18, 2012


• Penyusutan merupakan alokasi sistematis dalam laporan laba rugi jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya. Mulai disusutkan pada saat aset tersebut siap untuk digunakan.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi: Cost dari aktiva tetap yang bersangkutan, Umur ekonomis dari aktiva yang bersangakutan, Nilai residu, dan Pola penggunaan aktiva
• Jumlah yang dapat disusutkan adalah biaya perolehan suatu aset, atau jumlah lain yang menjadi
pengganti biaya perolehan, dikurangi nilai residunya.
• Berdasarkan IFRS, perubahan atas nilai residu, masa manfaat, dan metode depresiasi diperlakukan sebagai perubahan estimasi, sehingga hanya mempengaruhi jumlah penyusutan pada periode berjalan dan masa yang akan datang (tahun-tahun sebelumnya tidak perlu direvisi). Sedangkan berdasarkan FASB, maka perubahan metode depresiasi, masa manfaat, dan. nilai residu akan menyebabkan penghitungam
• Perhitungan depresiasi dengan metode straight line method, double declining method, sum of the year digit, dan unit of production tidak berubah dengan metode FASB.
Contoh untuk IFRS:
Aset dengan cost $100,000, masa manfaat 5 tahun, residual value $10,000. Pada tahun ketiga residual value diubah menjadi $20,000. Metode penyusutan garis lurus.
Depreciation expense pada tahun pertama dan kedua = ($100,000 - $10,000) : 5 tahun = $18,000 per tahun
Depreciation expense pada tahun ketiga dan seterusnya : (Book Value - RV baru) : sisa masa manfaat = [($100,000 - $36,000) - $20,000] : 3 tahun = $14,667 per tahun
Th        Depr. Expense I
1              18,000
2              18,000
3              14,667
4              14,667
5              14,667
RV                     20,000


Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Expenditure, Addition and Betterment, Renewal and Replacements PPE

Saturday, March 17, 2012

Expenditure
Perlakuan expenditure untuk FASB dan IFRS tidak mengalami perbedaan perlakuan.
1. Revenue Expenditure: diperlakukan sebagai expense biasa
2. Capital Expenditure: menambah nilai aset dengan cara mendebit aset atau mendebit akumulasi depresiasi. Penyusutan pada tahun berjalan dan berikutnya adalah penyusutan dari nilai buku setelah ditambah dengan capital expenditure yang terjadi. Penyusutan tahun sebelumnya tidak terpengaruh atau tidak mengalami perubahan.

Addition and Betterment
Addition and Betterment adalah penambahan kegunaan aset dengan tidak mengganti komponen lama untuk menambah umur manfaat.
Perlakuan untuk addition and betterment ini adalah dikapitalisasi ke aset saat pengeluaran terjadi.

Renewal and Replacements 
Renewal and Replacement adalah penggantian atau perbaikan aset atau sebagian dari aset.
Pada Renewal and Replacements nilai bagian yang diganti dikreditkan, bagian yang baru ditambahkan ke nilai  
aset dan jika terjadi kerugian atas penggantian tersebut harus segera diakui.
Misalnya terjadi penggantian atap dari sebuah gedung. Nilai total gedung adalah $100,000, nilai atap yang diganti  diperkirakan $20,000 dengan book value $10,000. Total pengeluaran untuk penggantian atap tersebut adalah $30,000

Building (new root) $30,000  
Loss on Replacement 10,000  
Accum. Deprc. (root) 10,000  
                 Building (root) $20,000  
                 Cash $30,000  

Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Kapitalisasi Bunga Metode Weighted Average

Friday, March 16, 2012

Ilustrasi
Gorillaz Inc. membangun sendiri sebuah gedung dengan pengeluaran selama tahun 2006 sebagai berikut:
Tanggal 1 Januari 2006 Rp 20.000.000
Tanggal 1 Juli Rp 35.000.000
Tanggal 1 Oktober Rp 15.000.000
Pinjaman yang terkait dengan pembangunan itu:
Loan khusus pembangunan gedung Rp 60.000.000 tertanggal 1 Juni 2006 dengan tingkat bunga 10%. Pinjaman lainnya meliputi loan Rp 50.000.000 (10%) tertanggal 1 Januari 2005 dan loan Rp 30.000.000 (8%) tertanggal 1 Juli  2006.


Weighted average method
a. Menghitung tingkat bunga rata-rata tertimbang. Dalam hal ini fraction year yang diperhatikan

Debt
Principal
Fraction
Weighted Loan Amount
Rate
Interest
Jan-05
50.000.000
 12/12
50.000.000
12%
6.000.000
Jan-06
30.000.000
 6/12
15.000.000
8%
2.400.000

80.000.000

65.000.000

8.400.000

Tingkat bunga rata-rata tertimbang = 7.200.000/65.000.000 = 11,08%
Weighted average construction loan = 60.000.000 x 7/12 = 35.000.000


b. Menghitung pengeluaran rata-rata tertimbang

Date
Amount
Capitalize Rate
Fraction Year
Weighted Average Expenditure
Jan-06
20.000.000
12%
12/12
20.000.000
Jul-06
35.000.000
10%
6/12
17.500.000
Okt-06
15.000.000
10%
3/12
3.750.000
41.250.000



c. Menghitung kapitalisasi bunga
35.000.000 x 10% = 3.500.000  dari pinjaman khusus
6.250.000 x 11,08% = 692.500 dari pinjaman umum
41.250.000                 4.192.500



Tambahan untuk lFRS:
Misalkan setelah 1 Juni 2006, pinjaman khusus diinvestasikan dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1.000.000, maka capitalized interest adalah Rp4.192.500 - Rp1.000.000 = Rp3.192.500




Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...



»»  read more

Kapitalisasi Bunga Metode Avoidable Interest

Thursday, March 15, 2012

Ilustrasi
Gorillaz Inc. membangun sendiri sebuah gedung dengan pengeluaran selama tahun 2006 sebagai berikut:
Tanggal 1 Januari 2006 Rp 20.000.000
Tanggal 1 Juli Rp 35.000.000
Tanggal 1 Oktober Rp 15.000.000
Pinjaman yang terkait dengan pembangunan itu:
Loan khusus pembangunan gedung Rp 60.000.000 tertanggal 1 Juni 2006 dengan tingkat bunga 10%. Pinjaman lainnya meliputi loan Rp 50.000.000 (10%) tertanggal 1 Januari 2005 dan loan Rp 30.000.000 (8%) tertanggal 1 Juli  2006.

Avoidable interest method  
a. Menentukan tingkat bunga rata-rata tertimbang. Karena pinjaman baru (non pinjaman khusus) ada tanggal 1 Juli maka tingkat bunga rata-rata tertimbang berlaku mulai 1 Juli. Sedangkan 1 Januari sampai 30 Juni memakai tingkat bunga pinjaman yang pertama (pinjaman tunggal). Perhitungan tingkat bunga rata-rata tertimbang pada avoidable interest tidak memakai fractional years meskipun pinjaman baru diperoleh tengah tahun, tapi hanya diberlakukan sejak ada pinjaman baru itu.


Debt
Principal
Rate
Interest
Jan-05
50.000.000
12%
6.000.000
Jan-06
30.000.000
8%
2.400.000
80.000.000
8.400.000

Tingkat bunga rata-rata tertimbang = 840.000/80.000.000 = 10,5%


b. Menghitung kapitalisasi bunga dari weighted average expenditure

Date
Amount
Capitalize Rate
Fraction Year
Capitalized Interest
Jan-06
20.000.000
12%
5/12
1.000.000
Jun-06
20.000.000
10%
7/12
1.166.666
Jul-06
35.000.000
10%
6/12
1.750.000
Okt-06
5.000.000
10%
3/12
125.000
10.000.000
10,50%
3/12
262.500
4.304.166




Tambahan untuk IFRS:
Misalkan setelah 1 Juni 2006, pinjaman khusus diinvestasikan dan menghasilkan pendapatan sebesar Rp1.000.000, maka capitalized interest adalah Rp4.304.166 - Rp1.000.000 = Rp3.404.166


Sumber: Modul Siap UKS PSAK STAN 2011

salam clicker...




»»  read more